Atambua, 10 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Belu menunjukkan keseriusannya dalam membangun birokrasi profesional melalui Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara ketat, transparan, dan berbasis kompetensi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, S.H., Kepala BKPSDM Kabupaten Belu, Blasius Manek Lonis, S.Sos., serta Ketua Tim Penilai Kompetensi Assessment Center BKD Provinsi NTT, Guido El Joacim Laga, S.STP, M.Si.
Sebanyak 26 peserta mengikuti seleksi untuk memperebutkan 8 jabatan strategis, melalui rangkaian tahapan berbasis Assessment Center yang berlangsung pada 7 hingga 13 April 2026 di Aula Betelalenok Rumah Jabatan Bupati Belu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Belu dalam menerapkan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Proses ini bertujuan untuk menjaring Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang memiliki kompetensi, integritas, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks,” ujarnya.
Wakil Bupati Belu menekankan bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pelayanan publik.
“Pengisian jabatan ini harus dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel sehingga menghasilkan pemimpin-pemimpin birokrasi terbaik,” tegasnya.
Kepada panitia seleksi, Wakil Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Sementara kepada para peserta, ia mendorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Jadikan kesempatan ini sebagai ajang pembuktian bahwa Saudara-saudari adalah calon pemimpin yang siap mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Belu,” tandasnya.
Ia juga berharap melalui proses seleksi ini akan lahir pemimpin yang visioner, inovatif, dan mampu bekerja kolaboratif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani
Seleksi Berlapis, Uji Kepemimpinan dan Integritas
Pada hari pertama, peserta mengikuti psikotes berbasis CAT, simulasi in basket, serta Leaderless Group Discussion (LGD). Hari kedua dilanjutkan dengan tes analisis kasus dan wawancara kompetensi yang menguji ketajaman berpikir serta kemampuan komunikasi.
Memasuki hari ketiga, tim asesor melakukan pendalaman hasil melalui analisis data, pengisian Formulir Laporan Asesmen (FLA), serta asesor meeting guna memastikan hasil penilaian yang objektif dan akurat.
Apresiasi dan Harapan dari Tim Asesor
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kompetensi Assessment Center BKD Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Belu dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Ia menilai Kabupaten Belu memiliki kesiapan yang baik dalam pengelolaan sumber daya aparatur.
“Belu adalah kabupaten yang cukup siap dalam melakukan pendataan SDM aparatur. Meskipun ada beberapa tantangan, semuanya dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” ungkapnya.
Menuju Birokrasi Profesional
Dengan proses seleksi yang ketat, terukur, dan berbasis sistem merit, Pemerintah Kabupaten Belu berharap dapat melahirkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan visi pembangunan yang kuat.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa pengisian jabatan strategis di daerah kini semakin mengedepankan kompetensi dan profesionalisme, sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.