BKDNTT Tutup Rangkaian Pembinaan Rohani ASN Tahun 2025, Perkuat Damai, Persatuan, dan Kebersamaan

pemroh-desember 2025

Kupang, bkd.nttprov.go.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur menutup rangkaian Pembinaan Rohani Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi pembinaan rohani terakhir di sepanjang tahun 2025 yang secara konsisten digelar untuk memperkuat nilai spiritual, moral, dan kebersamaan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. 

Acara berlangsung secara luring bertempat di Aula Fernandes, Lantai 4 Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, sehingga ASN Pemerintah Provinsi NTT dari seluruh wilayah tetap dapat mengikuti kegiatan ini meskipun berada di luar Kota Kupang. Pelaksanaan secara daring ini menjadi bukti komitmen BKD Provinsi NTT untuk memastikan seluruh ASN dapat mengakses pembinaan rohani tanpa terbatas lokasi. Untuk periode Desember 2025 kali ini, berdasarkan pembagian jadwal yang dikeluarkan oleh BKD Provinsi NTT, sejumlah 4 perangkat daerah diwajibkan mengikuti pembinaan rohani secara luring, sementara ASN dari perangkat daerah lainnya dapat mengikuti kegiatan secara daring dan diwajibkan untuk mengisi form daftar hadir online. Dengan pengaturan ini, seluruh ASN dapat memperoleh pembinaan rohani secara merata, baik secara langsung maupun daring, sesuai kondisi dan lokasi kerja masing-masing.

Mengusung tema “Damai di Hati, Bersatu dalam Karya, Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman”, kegiatan ini menjadi momen refleksi menjelang akhir tahun sekaligus pengingat bahwa keberagaman latar belakang agama dan budaya justru menjadi kekuatan dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik. Tema ini menegaskan nilai moral, toleransi, dan kerja sama, sehingga birokrasi dapat berjalan harmonis dan penuh integritas.

mc-membuka-acara

Acara dibuka dan dipandu oleh MC Winda N. O. Malelak, S.Ab., dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para ASN yang dengan khidmat mengikuti kegiatan secara langsung, menungjukan bahwa pembinaan rohani juga menjadi bagian penting dari pengembangan karakter ASN sepanjang tahun. Doa pembuka dipimpin oleh rohaniwan Hindu yaitu Bapak Pinandita Supardi, S.Pd., Beliau mengajak peserta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing, membuka ruang batin bagi seluruh peserta untuk menerima pesan spiritual dari narasumber.

Rangkaian pembinaan rohani menghadirkan 4 (empat) rohaniwan dari agama berbeda untuk menyampaikan renungan sesuai tema dengan prespektif ajaran agama masing-masing. Bapak Pinandita Supardi, S.Pd. (Hindu) membuka sesi dengan menekankan pentingnya kedamaian batin sebagai fondasi ASN dalam melayani masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ketenangan hati menjadi modal utama menghadapi setiap tantangan profesional, dan nilai spiritual harus diintegrasikan ke dalam tindakan kerja sehari-hari.

Sesi kedua dibawakan oleh Bapak Drs. H. Suraji, M.H. (Islam), yang berbicara mengenai persatuan dan toleransi. Suraji menegaskan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan. Ia mengajak ASN menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.

rohaniwan-membawakan-renungan

Usai sesi rohaniwan kedua, PS Korpri Provinsi NTT membawakan pujian rohani berjudul “Tuhan Sungguh Baik”. Penampilan ini menghadirkan suasana hangat dan reflektif, mengajak peserta merenungkan kebaikan Tuhan dalam hidup masing-masing pribadi. Lagu ini memberikan energi positif bagi peserta untuk menyerap pesan-pesan yang telah disampaikan oleh dua rohaniwan sebelumnya.

Sesi ketiga disampaikan oleh Pdt. Boy Nggaluama, S.Th. (Kristen Protestan), yang menekankan bahwa pekerjaan ASN adalah bagian dari ibadah. Ia mengingatkan bahwa setiap tugas birokrasi bisa menjadi wujud pelayanan dan berbagi damai sejahtera kepada masyarakat jika dilakukan dengan integritas, ketulusan, dan kasih tanpa melihat perbedaan yang ada. Nggaluama menekankan pentingnya berdamai dengan diri terlebih dahulu barulah masing-masing orang dapat membagi kedamaian kepada orang lain di lingkungan keluarga, masyarakat, terutama di dalam melaksanakan tugas pelayanan di tempat kerja dengan mengintegrasikan nilai iman dan profesionalitas sehingga pelayanan publik bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual.

Renungan terakhir sebelum doa penutup dibawakan oleh Romo Longginus Bone, Pr. (Katolik), yang menyampaikan pesan tentang belas kasih, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam pelayanan publik. Bone menegaskan bahwa keberagaman adalah berkat yang memperkaya kerja tim, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas hubungan kerja yang saling menghormati.

 

ps-korpri-membawakan-pujian

Setelah sesi rohaniwan keempat, PS Korpri kembali membawakan pujian rohani berjudul “Ajari Beta”. Lagu ini menjadi pujian penutup yang menyentuh hati, mengajak ASN untuk merenungkan nilai-nilai yang telah disampaikan sepanjang rangkaian kegiatan.

Selanjutnya seluruh rangkaian acara ditutup dengan Doa dan Berkat dari Pdt. Boy Nggaluama, S.Th., Beliau mengajak seluruh peserta bersyukur atas pengalaman rohani dan kebersamaan sepanjang tahun 2025. Momen ini menjadi refleksi mendalam bagi ASN untuk meneguhkan kembali nilai-nilai damai, persatuan, dan pelayanan dengan hati yang tulus sebelum memasuki tahun kerja yang baru.

Akhirnya, Pembinaan Rohani Gabungan ASN Korpri Provinsi NTT bukan sekadar rutinitas formal, tetapi merupakan wadah strategis untuk membangun ASN yang berkarakter, profesional, dan berintegritas. Kegiatan ini menegaskan pentingnya nilai spiritual, moral, dan sosial dalam membentuk ASN yang mampu bersinergi dengan rekan kerja, menghargai perbedaan, dan memberikan pelayanan publik yang humanis.

Penutupan rangkaian pembinaan rohani tahun 2025 menjadi momentum strategis bagi ASN untuk melakukan refleksi batin, meneguhkan komitmen pelayanan, dan memperkuat persatuan dalam kerja. Nilai-nilai damai di hati, bersatu dalam karya, dan indahnya kebersamaan di tengah keberagaman menjadi bekal penting bagi ASN untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Melalui kegiatan rutin ini, BKD Provinsi NTT berharap ASN semakin mampu menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan, menghormati perbedaan, dan menghadirkan pelayanan publik yang tulus, profesional, dan bermakna. Kegiatan ini menegaskan bahwa birokrasi bukan sekadar administrasi, tetapi juga panggilan moral dan spiritual untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat. *raw

R.A.Welvart